The Impact of Ramadan on The Economic Growth  in Indonesia

The Impact of Ramadan on The Economic Growth in Indonesia

The Impact of Ramadan on The Economic Growth in Indonesia

 

Today, Ramadan is only two weeks left. During this special month, Muslims are forbidden to eat, drink, and do sexual activities from sunrise to sunset. Indonesia is one of many countries where Muslims are the majority. During Ramadan, consumption in many sectors increased rapidly, this drives economic to growth in one month. The sectors that increased especially on culinary, clothing, and transportation. Another reason why economic growth is increased is zakat. Zakat is one of the five pillars of Islam, which is the compulsory giving of a set proportion of one’s wealth to charity (BBC, 2009).

 

First, culinary. In fasting, Muslim families are usually sahur -the before fasting food- and iftar -the fast-breaking food- together. There are various types of food served by family, from snacks to large meal. Muslims in Indonesia mostly buy their food from various places. Specifically, in Ramadan, there is many foods and takjil-the snacks that regularly served when breaking the fast- sellers that suddenly appeared. This drive the multiplier effect on the economy.

It is common for Muslims to break their fast with colleagues or even their old friend.

 

Dampak Bulan Ramadhan terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

 

Hari ini sudah memasuki minggu terakhir bulan Ramadhan. Selama bulan ini, muslim diwajibkan untuk menahan nafsu untuk makan, minum, dan melakukan aktivitas seksual dari fajar hingga terbenamnya matahari. Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki mayoritas penduduk muslim. Oleh karena itu, dampaknya sangat kentara dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.

 

Selama Ramadhan, konsumsi berbagai sektor meningkat dengan pesat,  menurut Republika (2016), konsumsi masyarakat Indonesia meningkat sebesar 30% selama bulan Ramadhan, hal ini tentunya meningkatkan pertumbuhan ekonomi dalam satu bulan. Beberapa sektor yang meningkat adalah sektor kuliner, fesyen, dan transportasi. Faktor lainnya yang membantu peningkatan pertumbuhan ekonomi adalah Zakat. Zakat is one of the five pillars of Islam, which is the compulsory giving of a set proportion of one’s wealth to charity (BBC, 2009). Zakat yang diwajibkan pada bulan ini adalah zakat fitrah.

 

Pertama, sektor kuliner. Dalam berpuasa, keluarga muslim biasanya makan bersama pada dua waktu utama, yaitu sahur dan iftar. Sahur adalah makan di waktu sebelum imsak atau beberapa waktu sebelum adzan subuh dan iftar adalah makan sewaktu berbuka puasa. Ada beberapa jenis makanan yang disajikan, mulai dari makanan ringan atau biasa disebut takjil yang dapat berupa kurma, minuman manis, dan lainnya, hingga makanan berat berupa nasi dan lauk pauk.. Muslim di Indonesia biasanya membeli makanan dari berbagai tempat untuk merasakan berbagai jenis makanan berbeda. Hal ini meningkatkan multiplier effect pada ekonomi masyarakat sekitar. Hal lain yang juga penting adalah ketika berpuasa, muslim cenderung lebih sering untuk mengonsumsi makanan yang dibelinya di luar rumah karena pada bulan ini umumnya muslim melakukan “buka bersama” yaitu berbuka puasa dalam rangka mempererat tali persaudaraan yang dilakukan dengan keluarga, saudara, rekan, atau bahkan teman lama.

 

Sektor lainnya yang turut menyumbang andil dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi adalah fesyen. Dapat kita lihat bahwa masyarakat Indonesia memiliki kebiasaan untuk membeli baju baru saat Ramadhan. Hal ini dipersiapkan menjelang hari puncaknya, yaitu Idul Fitri. Peningkatan penjualan produk fesyen salah satunya dapat dilihat dari penjualan ritel online yang melonjak 10 hari menjelang Ramadan dan bertahan hingga dua minggu sebelum Idul Fitri dengan kenaikan mencapai dua kali lipat (Wartakota, 2019).

 

Selain dua sektor di atas, sektor yang tak kalah penting adalah sektor transportasi. Menurut Sekretaris Jenderal DPP Organisasi Angkutan Darat, Ateng Aryono, kenaikan pemakaian transportasi darat bisa meningkat 20%, pada Ramadhan tahun ini (Kontan, 2019). Kebiasaan masyarakat Indonesia berupa mudik atau “pulang kampung” adalah faktor yang meningkatkan pemakaian transportasi antar daerah di Indonesia. Kegiatan mudik ini juga tentunya membawa multiplier effect bagi masyarakat di daerah tujuan. Masyarakat yang datang membeli barang dan mengonsumsi makanan di daerah tersebut. Oleh karena itu, konsumsi akan meningkat seiring bertambahnya jumlah pengunjung yang datang.

 

Pada bulan Ramadhan, penghimpunan zakat pada Baznas dapat meningkat hingga lima kali lipat dibandingkan bulan biasanya (Republika, 2017). Hal ini karena ada zakat yang diwajibkan pada bulan ini, yaitu zakat fitrah. Zakat ini adalah zakat berupa makanan pokok di suatu daerah. Selain itu, zakat lainnya juga meningkat disebabkan oleh tingginya kepedulian masyarakat dan bulan ini dianggap sebagai bulan penuh berkah. Penyaluran zakat yang tepat dapat membantu mengurangi kesenjangan ekonomi di masyarakat karena harta yang dimiliki oleh orang yang mampu juga didistribusikan kepada masyarakat yang kurang mampu. Dengan adanya hal ini, masyarakat tersebut dapat memenuhi kebutuhannya dengan melakukan kegiatan konsumsi. Peningkatan konsumsi inilah yang pada akhirnya membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Peningkatan pada sektor kuliner, fashion, dan transportasi, serta meningkatnya zakat membuktikan bahwa Ramadhan membawa banyak dampak positif bagi masyarakat. Salah satunya adalah peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat Indonesia yang membawa berbagai multiplier effect.

 

 

Sumber:
https://www.google.com/amp/s/m.republika.co.id/amp/o95s43382

http://wartakota.tribunnews.com/amp/2019/04/24/konsumsi-ritel-jelang-bulan-puasa-dan-sepanjang-ramadan-bakal-meningkat?page=2

https://www.google.com/amp/amp.kontan.co.id/news/organda-dan-kai-optimistis-tahun-ini-permintaan-transportasi-darat-meningkat

https://www.google.com/amp/s/m.republika.co.id/amp/or4f3t368

Leave a Reply

Close Menu