Tamu Istimewa, Katanya!

Tamu Istimewa, Katanya!

Ada sebuah kaidah yang menyatakan bahwa: “Semakin sering kita bertemu dengan sesuatu, maka tingkat sensitivitas kita akan menurun”. Sederhananya, Kalau kita makin sering bertemu dengan sesuatu, maka kita akan merasa biasa-biasa aja, mungkin ga se-excited pertama kali bertemu.

Sahabat, bagaimana hubungan kita dengan Ramadhan? Jangan-jangan kaidah itu juga berlaku bagi kita dalam menghadapi tamu istimewa ini. Di hari ke 10 bulan Ramadhan ini, coba deh kita evaluasi, apakah semangat kita masih sama dengan hari pertama ? Apakah excited nya kita masih sama dengan hari pertama? lalu, apakah intensitas ibadah kita masih sebaik hari pertama ? Atau mungkin dari awal kita sudah menganggap biasa-biasa saja dengan kedatangan bulan Ramadhan ini. Na’udzubillah.

Bulan Ramadhan, yang katanya tamu istimewa, yang katanya tamu yang mulia, terlalu sibuk kah kita, sampai-sampai tidak mengistemewakan dan memuliakan tamu ini?

Ininih keistimewaan dan kemuliannya yang digambarkan Allah dan RasulNya, melalui hadits berikut,

Rasulullah shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda :

“Apabila datang awal malam dari bulan Ramadhan, setan-setan dan jin-jin yang sangat jahat dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup tidak ada satu pintupun yang terbuka, sedangkan pintu-pintu surga dibuka tidak ada satu pintupun yang ditutup. Dan seorang penyeru menyerukan: ‘Wahai orang yang menginginkan kebaikan kemarilah. Wahai orang-orang yang menginginkan kejelekan tahanlah.’ Dan Allah memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka, yang demikian itu terjadi pada setiap malam.” (HR. At-Tirmidzi dalam Sunan-nya no. 682 dan Ibnu Majah dalam Sunan-nya no. 1682, dihasankan Asy-Syaikh Albani rahimahullahu dalam Al-Misykat no. 1960)

Yakin yang kayak gini mau disia-siain? Mulai sekarang,  yuk kita muliakan tamu istimewa ini, karena yang namanya tamu tuh ga akan menetap lama, ia hanya singgah sebentar dan akan pergi meninggalkan kita.

Leave a Reply