Resensi Buku: Ranah 3 Warna

Resensi Buku

“Dunia Akan Tetap Berputar, Kenapa Aku yang Mengharapkan Dunia yang Berubah ? Seharusnya Akulah yang Menyesuaikan Dan Dengan Begitu Bisa Mengubah Duniaku.”

Judul               : Ranah 3 Warna

Pengarang       : Ahmad Fuadi

Penerbit           : Gramedia

Tahun Terbit    : 2011

Tebal Buku      : 473 halaman

Peresensi         : Ayuningtias Hapsari (Akun’15)

 

Novel Ranah 3 Warna ini merupakan buku kedua dari trilogy Negeri 5 Menara. Di dalam novel ini mengisahkan tentang Alif yang telah menamatkan sekolah di Pondok Pesantren Madani. Karena pesantren tersebut tidak mengeluarkan ijazah, Alif harus mengikuti ujian persamaan SMA untuk mendapatkan ijazah dan baru bisa mengikuti ujian UMPTN. Berkat kerja kerasnya, ia berhasil diterima di jurusan Hubungan Internasional, Universitas Padjajaran, Bandung, meskipun sejak dulu ia bercita – cita berkuliah di ITB, tapi di universitas itulah impian demi impian Alif  bisa terwujud.

Segala macam masalah menghampirinya ketika di Bandung, mulai dari susahnya menjadi anak perantauan yang tidak memiliki tempat tinggal, uang yang tidak mencukupi untuk makan dan membeli keperluan kuliah, dihadang oleh perampok, dan ayahnya pun meninggal dikarenakan sakit. Disaat masalah terus menerus berdatangan menimpanya, Alif teringat sesuatu yang ia pelajari dari Pondok Pesantren Madani, yaitu Man Shabara Zhafira, yang artinya siapa yang bersabar, akan beruntung. Kata – kata itulah yang membuat Alif semangat menghadapi segala rintangan dihadapi.

Ia pun mulai berdagang mati matian demi memperbaiki keadaan ekonominya. Tetapi bukannya mendapat hasil yang baik, Alif pun jatuh sakit dikarenakan pekerjaan tersebut memperburuk kesehatannya. Alhasil, demi mencari uang tambahan ia beralih untuk menjadi penulis. Alif  berguru dengan Bang Togar selaku Pimpinan Redaksi Kutub, perjuangannya pun

sangat keras untuk bisa menerbitkan sebuah tulisan. Sampai akhirnya, tulisan Alif pun dimuat di majalah kampus dan berhasil dimuat juga di Koran. Dengan menulis itulah, Alif dapat memperbaiki keadaan ekonominya.

Alif selalu bisa bangkit dan bekerja keras untuk melalui segala masalah yang ia hadapi hingga salah satu impiannya bisa terwujud, yaitu belajar di Benua Amerika berhasil digapai dengan mengikuti program pertukaran pelajar yang ada dan memilih Kanada sebagai negara yang akan dikunjungi. Di Kanada pun Alif menjadi orang yang berprestasi dan bersama dengan teman – temannya sukses mengharumkan nama Indonesia. Waktu pun terasa cepat berlalu dan program pertukaran tersebut akan segera beakhir. Alif dan yang lainnya akhirnya pulang ke tanah air dan dua tahun kemudian, Alif pun menyelesaikan kuliahnya.

Kurang lebih seperti itulah gambaran besar dari cerita didalam buku Ranah 3 Warna karya Ahmad Fuadi. Setelah membaca buku ini, akan banyak sekali manfaat yang bisa diperoleh oleh pembaca karena buku ini menceritakan perjalanan seorang anak perantauan yang sangat sarat dengan makna. Beberapa pelajaran yang bisa diambil dari cerita ini diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Bekerja Keras

Dalam menggapai impiannya, Alif terus belajar dengan giat untuk mengikuti tes persamaan SMA dan UMPTN, kerja keras membuat tulisan yang akan dimuat dalam majalah kampus dan koran, bekerja keras dalam seleksi pertukaran pelajar ke luar negeri, hingga berjuang untuk menghidupi dirinya sendiri ketika merantau.

  • Tidak Mudah Putus Asa

Demi menerbitkan sebuah tulisan dalam majalah kampus atau koran, kesungguhan Alif bisa dijadikan contoh, mulai dari memperbaiki naskah, mengetik ulang, revisi berkali – kali, hingga menjadi tulisan yang sempurna. Ini semua dilaluinya dengan semangat pantang menyerah dan tidak putus asa.

  • Bersyukur & Bersabar

Dibalik masalah – masalah yang dihadapi, Alif senantiasa bersyukur karena memiliki teman yang selalu membantu dan mendukungnya. Kesungguhan dan kesabaran Alif dalam menghadapi segala sesuatu yang dihadapi membuatnya dapat menggapai mimpi-mimpinya.

 

  • Berbakti kepada Kedua Orangtua

Tokoh Alif merupakan anak yang patuh dan berbakti kepada orangtua, meskipun perintah orangtua pada mulanya merupakan keterpaksaan yang harus dijalani, namun pada akhirnya hal tersebut menghasilkan manfaat begitu besar yang tidak pernah diduga sebelumnya.

  • Tawakal

Novel ini mengajarkan kita bahwa apabila telah menyempurnakan segala usaha dan doa, maka pasrahkan semuanya kepada Tuhan. Karena sungguh, Dia lah yang mengetahui yang terbaik bagi hamba-hamba Nya.

Pada intinya, novel Ranah 3 Warna ini menceritakan tentang kesungguhan dan kesabaran dalam mencapai cita – cita. Dengan berusaha dan bersabar akan segala sesuatu yang dihadapi, maka impian demi impian bisa terwujud bahkan sesuatu yang dianggap mustahil untuk dicapai pun bisa terwujud. Karena “Man Shabara Zhafira, Siapa yang Bersabar Akan Beruntung.”

Leave a Reply