Ramadhan : Agar Puasa Tak Sekedar Lapar dan Dahaga

Ramadhan : Agar Puasa Tak Sekedar Lapar dan Dahaga

Oleh: Tias Hapsari

Staff Departemen Perpustakaan dan Kemakmuran Musholla FSI FEB UI 2016

 

Setiap muslim memiliki kewajiban untuk menjalankan puasa dengan menahan lapar dan dahaga mulai dari fajar hingga terbenamnya matahari di bulan ramadhan. Namun ada di antara kaum muslimin yang melakukan puasa, dia tidaklah mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga saja yang menghinggapi tenggorokannya. Inilah yang disabdakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang jujur lagi membawa berita yang benar,

 “Berapa banyak orang yang puasa namun dia tidak mendapatkan apapun dari puasanya kecuali lapar dan dahaga” (HR Nasa’i dan Ibnu Majah).

Bagi orang yang berpuasa, menahan diri dari makan dan minum sejak terbitnya fajar hingga tenggelamnya matahari adalah perjuangan besar. Pagi buta ia telah bangun untuk sahur. Siang hari perutnya merasa lapar dan tenggorokannya menahan dahaga. Dan sore hari, ia hampir kehabisan kesabaran menunggu tenggelamnya matahari.

Sungguh puasa adalah perjuangan yang luar biasa. Namun, hadits diatas membuat kita tercengang karena rasa lapar tak membawa pahala. Terpana, karena berakhir sia-sia.

Di dalam buku yang berjudul sama dengan judul tulisan ini, Dr. A’idh Al-Qami menggoreskan renungan-renungannya yang mendalam. Penulis sekaligus ulama kondang dari Timur Tengah ini mengajak kita menggali makna-makna terpendam di bulan Ramadhan yang telah banyak terlupakan. Berikut adalah beberapa hal yang bisa kita ambil pelajaran dari buku yang ditulis oleh beliau :

  1. Mempersiapkan Diri Menyambut Ramadhan

Sebagai persiapan diri memasuki bulan Ramadhan, kita harus memperbaharui, mengulang, atau mengkaji kembali ilmu serta pemahaman kita tentang bulan Ramadhan. Hal lainnya adalah Merencanakan agenda kegiatan harian untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadhan, Mempelajari dan memahami fiqih Puasa Ramadhan, Meninggalkan dosa dan maksiat dan memperbanyak taubat. Oleh karena itu persiapan diri secara ilmu, fisik, ruhiah, dan bahkan materi harus dipersiapkan menjelang Ramadhan.

 

  1. Memahami Makna dari Puasa

Puasa, merupakan salah satu cara untuk mendidik individu dan masyarakat untuk tetap mengontrol keinginan dan kesenangan dalam dirinya walaupun diperbolehkan. Dengan berpuasa seseorang dengan sadar akan meninggalkan makan dan minum sehingga lebih dapat menahan segala nafsu dan lebih bersabar untuk menahan emosi, walaupun mungkin terasa berat melakukannya. Dengan mengetahui maknanya alangkah baiknya jika kita menjalankan puasa ini dengan penuh keikhlasan dan harapan untuk mendapat Ridho Allah.

 

  1. Mencontoh Para Nabi dan Sahabat dalam Menjalani Ramadhan

Sebagai umat Nabi Muhammad dan menjadi satu-satunya umat yang memiliki kewajiban berpuasa satu bulan penuh di bulan ramadhan, maka penting bagi kita untuk mencontoh bagaimana Nabi menjalankan ibadahnya di bulan Ramadhan. Hal itu semata-mata agar kita tidak menyia-nyiakan bulan yang penuh rahmat ini. Dari ibnu Abbas r.a,” aRsulullah saw adalah orang yang paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi apabila pada bulan Ramadhan” (HR.Bukhari). Bersedekah misalnya, dapat kita ketahui dari hadits tersebut bahwa nabi memperbanyak sedekahnya di bulan Ramadhan, maka kita sebagai umatnya harus bisa mengikuti beliau yaitu memperbanyak sedekah.

 

  1. Memperbanyak Ibadah dan Amalan Sunnah

Tidak ingin puasa hanya sekedar menahan lapar & dahaga ? maka perbanyaklah ibadah dan amalan sunnah. Menurut saya inilah poin utama dari buku yang ditulisDr. ‘Aidh Al Qarni. Jangan habiskan puasa kita hanya untuk tidur atau bermalas-malasann saja. Di bulan ini mengerjakan amalan sunnah pahalanya seperti pahala mengerjakan amalan wajib, dan melaksanakan amalan wajib di bulan ramadhan pahalanya di lipat gandakan hingga 70 kali lipat. Tidak ada alasan bagi kita untuk menyia-nyiakan bulan Ramadhan ini.

Sebagai penutup dari tulisan ini, cukuplah sebuah hadits yang bisa memotivasi kita agar bisa mengisi bulan Ramadhan ini dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat,

Seandainya umatku mengerti kebaikan-kebaikan yang ada di bulan ini (Ramadhan), niscaya umatku mengharapkan dalam setahun menjadi Ramadhan semuanya.” (HR. Ath-Thabrani)

Melalui hadits tersebut, nabi secara tidak langsung menyampaikan kepada umatnya bahwa ada begitu banyak kebaikan di bulan Ramadhan yang bisa kita dapatkan. Oleh karena itu, marilah kita ramaikan Ramadhan ini dengan kegiatan yang bermanfaat. agar kita menjadi orang yang bertakwa dan mendapatkan ampunan serta keberkahan dari Allah S.W.T

Leave a Reply