Pengaruh Sertifikasi Halal Terhadap Industri

Sertifikat Halal merupakan fatwa tertulis yang diterbitkan oleh Majelis Ulama Indonesia untuk menyatakan kesesuaian suatu produk dengan syari’at Islam. Sertifikat ini menjadi syarat bagi produsen untuk dapat mencantumkan label halal secara legal pada kemasan produknya. Sertifikasi halal sendiri dilakukan pada berbagai produk industri, misalnya pangan, obat-obatan, kosmetika juga lainnya. Hal ini tak lain adalah guna memberikan kepastian kehalalan kepada konsumen, sehingga tidak timbul kekhawatiran atau kewaspadaan dalam mengkonsumsinya.

Namun sertifikasi halal tidak hanya berdampak pada pencantuman label dan kepastian konsumen saja. Seiring perkembangannya, industri-industri yang terlibat kian memperlihatkan pengaruh adanya sertifikasi halal, baik dari segi penjualan, pasar, kualitas produk, hingga kepuasan konsumen.

Berikut sejumlah data mengenai pengaruh adanya sertifikasi halal.

  • Meningkatkan penjualan dan ekspor

Produk halal telah lama mendominasi pasar Indonesia, yang hampir 90 persen pelakunya ialah umat Muslim. Penjualan produk-produk halal pun melejit hingga diakui pasar internasional. Dalam sebuah kesempatan, Ketua Indonesia Halal Lifestyle Center Sapta Nirwandar mengatakan ekspor produk halal Indonesia tahun 2018 tumbuh 5 persen menjadi sebesar US$7,6 miliar atau setara Rp106,4 triliun (kurs Rp14.000 per dolar AS). Angka ini pun akan terus meningkat dengan adanya sertifikasi halal. Dengan catatan, produsen perlu menganggap sertifikasi ini sebagai jaminan dan pemerluas pasar ketimbang sekedar peningkat biaya produksi.

  • Menjamin pasar dan perluasannya

Pada kesempatan yang sama dengan poin sebelumnya, Ketua Komite Tetap Timur Tengah dan OKI Kadin Indonesia Fachry Thaib memperjelas pernyataan Nirwandar dengan memaparkan pengalaman penolakan produk Indonesia lantaran tidak memiliki sertifikat halal. Penolakan itu dinyatakan oleh dua negara andalan ekspor Indonesia, yakni Pakistan dan Uni Emirat Arab. Dari kejadian ini, dapat disimpulkan bahwa penerapan sertifikasi halal sewajarnya memungkinkan perluasan pasar, yang dalam hal ini negara tujuan ekspor membutuhkan jaminan atas kehalalan produk tersebut dengan sertifikat halal.

  • Menghasilkan produk berkualitas yang memuaskan konsumen

Tercantumnya label halal pada produk yang dibuktikan dengan kepemilikan sertifikatnya, artinya produsen industri tersebut telah melalui serangkaian prosedur pendataan, identifikasi, audit, dan pengawasan dalam proses produksinya, serta terbukti memenuhi syari’at Islam atas kehalalan produknya. Dengan begitu, produk halal dapat terjamin baik kualitasnya, terjaga kebersihannya, diakui keaslian bahan bakunya, dan tidak berpotensi menimbulkan kekecewaan konsumen (terutama umat Muslim) karena ketidak-halalannya. Konsumen pun akan merasa percaya dengan produsen dan tidak meninggalkan reputasi buruk bagi produsen makanan halal tersebut.

http://www.halalmui.org/mui14/index.php/main/go_to_section/55/1360/page/1

http://www.halalmui.org/mui14/index.php/main/go_to_section/56/1362/page/1

https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190709182909-92-410628/ekspor-produk-halal-diyakini-bisa-melesat-dengan-sertifikat

Close Menu