Nuzulul Qur’an: Kenapa 17 Ramadhan?

Nuzulul Qur’an: Kenapa 17 Ramadhan?

NUZULUL QUR’AN : KENAPA 17 RAMADHAN?

Assalamualaikum Sahabat Qur’an!

Berbicara mengenai 17 Ramadhan, pasti tidak akan terlepas nih dari peristiwa yang namanya Nuzulul Qur’an, alias momen dimana Al-Qur’an pertama kali diturunkan kepada Rasulullah SAW.

Tapi, apakah benar demikian?

Ada beberapa pendapat yang membahas nuzulul Qur’an. Kita akan membahasnya sekilas dibawah.

Singkatnya,ada dua metode dalam turunnya Al-Qur’an .

Pertama, Al-Qur’an diturunkan sekaligus. Al Qur’an diturunkan sekaligus ke langit dunia (daarul Izzah) pada malam Lailatul Qodr. Nah, yang menjadi dasarnya adalah Surat Al-Qodr:1
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
“Sesungguhnya kami menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan.”

Kedua, diturunkan secara berangsur-angsur kepada Rasulullah SAW dari langit dunia. Proses ini berlangsung selama 23 tahun. 13 tahun di Mekkah dan 10 tahun di Madinah. Turunnya Al-Qur’an secara berangsuran telah dijelaskan dalam Al-Isra:106,

وَقُرْآناً فَرَقْنَاهُ لِتَقْرَأَهُ عَلَى النَّاسِ عَلَى مُكْثٍ وَنَزَّلْنَاهُ تَنزِيلاً

“Dan Al Quran itu telah kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan kami menurunkannya bagian demi bagian.” (QS. Al Isra: 106)

Nah, kalian pasti tau kan kalo wahyu pertama yang diterima Rasulullah SAW adalah Q.S. Al-‘Alaq 1-5.
Kemudian, kita mengenang momen tersebut dengan Nuzulul Qur’an.

Tapi pertanyaannya,kapankah itu terjadi?

Para ulama memiliki perbedaan pendapat dalam hal ini. Ada yang mengatakan 17 Ramadhan, 24 Ramadhan, juga ada yang mengatakan tanggal 21 Ramadhan. Masing-masing dari ulama tersebut memiliki alasannya tersendiri.

Sebab 17 Ramadhan lazimnya diperingati kaum muslimin sebagai malam nuzulul Qur’an, mungkin apa yang disebutkan oleh Imam Ibnu Katsir dalam kitabnya Al-Bidayah wan-Nihayah, Al-Waqidi meriwayatkan dari Abu Ja’far Al-Baqir yang mengatakan bahwa “wahyu pertama kali turun pada Rasul SAW pada hari senin 17 Ramadhan dan dikatakan juga 24 Ramadhan.”

Dalil pendapat kedua menyatakan kalo nuzulul Qur’an terjadi pada 24 Ramadhan. Landasannya adalah hadis yang disampaikan oleh Watsīlah bin al-Asqa’. “Rasulullah Saw. bersabda: “Lembaran-lembaran Ibrahim diturunkan pada hari pertama bulan Ramadhan. Taurat diturunkan pada hari keenam bulan Ramadhan. Injil diturunkan pada hari ketiga belas bulan Ramadhan. Sedangkan al-Qur’an diturunkan pada hari kedua puluh empat bulan Ramadhan.” Derajat hadits tersebut adalah hasan.

Pendapat ketiga adalah pendapat Shafiyur Rahman al Mubarakfuri. Ia menyatakan bahwa bahwa Nuzulul Qur’an terjadi pada 21 Ramadhan. Bertepatan pada 10 Agustus 610 Masehi. Yang menjadi landasan adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari sahabat Abu Qotadah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi SAW pernah ditanya tentang puasa hari senin, kemudian beliau menjawab: “itu adalah hari di mana aku dilahirkan dan diturunkan kepadaku wahyu”.
Menurutnya, hari senin pada bulan Ramadhan ketika turunnya al-Qur’an tidak cocok kecuali pada tanggal 7, 14, 21 atau 28. Sedangkan lailatul Qadar itu jatuh di malam ganjil pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan. Oleh karena itu jelas bahwa turunnya al Qur’an tepat di tanggal 21 Ramadhan.

Demikian ketiga pendapat penanggalan turunnya Al-Qur’an. Perbedaan ini sangat wajar karena al-Qur’an hanya menyebutkan bulan Ramadhan saja, tidak disertai tanggal persisnya.

Jadi, tidak ada yg tau persis kapan Nuzulul Qur’an terjadi. Allah SWT hanya mengisyaratkan bahwa Nuzulul Qur’an terjadi pada bulan Ramadhan.

Nah, boleh jadi sebab Allah SWT tidak secara langsung memberi tahu hambanya adalah supaya kita tidak memperbanyak ibadah hanya pada malam tertentu sehingga mengabaikan malam yg lain. Maka dari itu, jadikan rasa ketidaktahuan ini sebagai momen untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT di tiap malam, salah satunya dengan membaca Al Qur’an 🙂

Wallahu alam bi shawab

Sumber: Dakwatuna.com
Bincangsyariah.com

Leave a Reply

Close Menu