MOM : Perempuan dan Kemuliaannya

MOM : Perempuan dan Kemuliaannya

        Perempuan diciptakan dengan berbagai keindahan. Ia mampu meneduhkan mata yang memandang dan menyejuk hati yang gersang. Keteduhan adalah fitrah yang dianugerahkan Allah kepada setiap perempuan.

-Harun Tsaqif

        Manusia adalah salah satu makhluk  ciptaan Allah SWT. Dalam hal ini, wanita memiliki kedudukan yang sangat agung dalam Islam. Islam sangat menjaga harkat dan martabat seorang wanita. Wanita yang mulia dalam Islam adalah muslimah yang shalihah dan menjaga keteduhannya.

      Dahulu sebelum Islam datang menyinari, di daerah antara Sungai Trigris dan Eufrat tinggalah bangsa Mesopotamia. Bangsa yang memiliki peradaban yang maju, namun pola kehidupan mereka membuat perempuan hidup dengan penuh tragedi. Kaum laki-laki terutama suami, boleh melakukan apa saja terhadap perempuan. Seorang laki-laki yang melakukan hubungan biologis diluar pernikahan, dinyatakan sebagai perbuatan yang berasal dari dorongan hati yang muncul tiba-tiba dan mendapatkan toleransi penuh dari perempuan. Kaum perempuan diperlakukan sebagai barang yang digunakan kapapun dibutuhkan. Sungguh ironi menyaksikkan kaum perempuan merasakan ketidakadilan saat itu.

        Bahkan, sekarang pun tersiar kabar terjadi kasus kekerasan seksual pada perempuan yang mulai banyak terungkap. Mereka dipaksa untuk kehilangan kehormatan yang mereka miliki. Melalui bentuk verbal ataupun fisik mereka terima. Sudah menjadi fitrah bagi seorang perempuan bila merasakan malu ketika ia melanggar sesuatu yang Allah perintahkan. Saat fitrah terusik oleh sesuatu yang tidka sesuai, ia akan mencari celah untuk memaksa keluar, segal sesuatu yang tidak sesuai dengan fitrah akan mendapatkan penolakan dari segala tubuhnya. Fitrah perempuan adalah terjaga dari pemanfaatan orang yang tidak bertanggung jawab dan malu untuk membuka auratnya. Hal apapun yang dilarang jika dilanggar tidak akan menenangkan batin. Itulah sebabnya kita mesti mengikuti fitrah, karena fitrah seperti cahaya terang yang menuntun kita agar tak salah arah.

       Memang, ketika berbicara tentang perempuan, yang terlintas dipikiran kita adalah kecantikan, keindahan, keanggunan dan segala hal yang membuatnya makin menarik.  Lalu, mengapa hal-hal tersebut melekat pada diri perempuan?

     Perempuan diciptakan sebagai perhiasan yang indah untuk dipandang. Keberadaraannya  merupakan perwakilan keindahan Allah. Berbicara perempuan dan pernak-perniknya sama halnya dengan berbicara tentang perempuan dengan segala keistimewaanya. Lantas apa saja yang menjadi keistimewaan perempuan dalam pandangan Islam?

1.       Perempuan adalah Perhiasan Dunia

Perempuan dan pernak-perniknya seperti sebuah emas dan permata yang tak ternilai harganya. Allah telah menciptakan perempuan dengan segala keindahannya. Keindahan tersebut bukan hanya fisik, tetapi hati dan juga pikirannya.  Meski begitu, hari ini kita melihat yang berbeda. Banyak dari mereka melakukan hal-hal yang tidak sepatutnya. Seperti, membiarkan auratnya terlihat oleh banyak pasang mata. Ketika perempun tidak lagi menjaga apa yang seharusnya tidak terlihat, maka sebenarnya ia telah mengabaikan ketinggian derajatnya.

 Nabi Muhammad SAW bersbda:

“Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik-baiknya perhiasan dunia adalah wanita yang sholehah (HR. Muslim).

Perempuan dan pernak-perniknya adalah sesuatu yang anggun. Ia adalah fitrah dari Allah yang Maha indah. Keanggunan dan keindahan yang diberikan Allah harus kita jaga dari sesuatu yang dapat merusak dan menghancurkannya. Zaman boleh berubah, tetapi ketaatan kepada Allah selalu memiliki garis terang yang harus diikuti. Perempuan teduh adalah perempuan anggun dengan perhiasan ketakwaan, ketaatan, kesantunan dan keramahan. Jangan biarkan arus zaman menjadikan kita hanyut dan tenggelam, hingga kehilangan jati diri sebagai perempuan muslimah yang sebenarnya.

Islam tidak pernah menghambat kemajuan zaman atau menutup potensi yang dimiliki oleh setiap manusia. Isalam hanya mengatur agar semua yang kita kerjakan tak keluar dari nilai-nilai kebaikan dan keberkahan. Seseorang yang beriman meyakini bahwa kita tak hanya hidup untuk hari ini, tapi juga hari esok.                

2.       Perempuan adalah Karunia

Kondisi perempuan sebelum cahaya Islam menerangi, di sebagian bangsa sering mengalami ketidakadilan. Kehadiran dan keberadaanya menjadi sebuah aib dan masalah. Kita bisa menemukannya dalam catatan sejarah bahwa masayarakat Arab jahiliyah memperlakukan anak-anak perempuan mereka sangat kejam dengan menguburnya hidup-hidup. Selain itu, sejarah lain mencatat pada masa awal kebangkitan dan peradaban masyarakat Yunani Kuno, perempuan tidak mendapatkan andil apapun dalam kebudayaan mereka. Dari hukum yang mereka miliki perempuan tidak memiliki kebebasan sama sekali. Mereka diperdagangkan seperti barang perniagaan, mereka juga tidak mendapatkan hak warisan. Sepanjang hidupnya harus tunduk terhadap kekuasaan laki-laki. Di pandangan mereka laki-laki memiliki kedudukan yang mulia dibandingkan perempuan.

Itulah kondisi yang menggambarkan pandangan bahwa perempuan memiliki kedudukan yang lebih rendah dibandingkan laki-laki, sebelum Islam datang menyinari peradaban manusia. Islam berhasil menyelamatkan harga diri dan kemuliaan perempuan. Dalam Islam perempuan dan laki-laki memiliki kedudukan yang sama dihadapan Allah, baik secara hukum atau juga dalam beribadah kepada-Nya, yang membedakan hanyalah ketakwaannya.

Allah berfirman:

“Barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”. (Q.s An-Nahl ayat 97)

                Perempuan setelah Islam datang mendapatkan perhargaan  yang tinggi bagaikan Ratu yang harus dimuliakan dan dijaga dengan sangat baik. Tradisi-tradisi yang membelenggunya untuk menjadi perempuan terhormat telah dibebaskan dengan cahaya Islam. Inilah kemenangan bagi perempuan saat cahaya Islam datang, perempuan mendapatkan keistimewaan dalam Islam. Cahaya Islam telah menyentuh peradaban manusia, menembus batas tradisi yang memenjarakan kebebasan perempuan dan mendobrak kebiasaan yang meletakkan perempuan di posisi yang rendah. Inilah penghargaan yang Allah berikan pada setiap perempun yang beriman.

  3.       Islam Menjaga Fitrah Perempuan

Perhiasan terbaik bagi perempuan adalah rasa malunya –Fatimah Azzahra

Perempuan yang teduh adalah perempuan yang memiliki sifat malu dan menjaganya  sebagai mahkotanya. Ibarat seorang Ratu, perempuan tidak akan pernah meninggalkan mahkotanya dimana pun berada.  Sifat malu pada perempuan adalah kehormatan bagi dirinya. Dalam Islam, perempuan sangat dilindungi kehormatannya seperti, yang Allah firmankan berikut ini

“Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya dan memeilihara kemaluannya dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya) kecuali yang biasa terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya)…..”(Q.s An-Nur ayat 31).

Bukan hanya perempuan, Islam juga melindungi kehormatan laki-laki

“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar menjaga pandangannya dan memelihra kemaluannya yang demikian itu lebih suci bagi mereka…” (Q.s An-Nur ayat 30).

Melalui firman Allah di atas menjelaskan bahwa Islam adalah pelindung bagai perempuan untuk menjaga kehormatannya melalui perintah menutup auratnya.

Menutup aurat itu tidak membutuhkan waktu yang lama, hanya sampai Allah memanggil kita. Jika besok adalah waktu bagi kita dipanggil Allah, maka selesai sudah tugas kita. Hidup hanya sekali, sama mati pun juga hanya sekali. Tetapi, setelah kematian akan ada kehidupan kekal yang menanti pertanggung jawaban kita. Menyegerakan ketataatan adalah suatu yang baik, namun menunda-nunda ketaatan akan membawa kerugian bagi kita. Ini menjadi peringatan bagi kita bahwa tidak ada yang mengetahui akhir usia kita.

Sebagian perempuan merasa dirinya tidak cantik ketika dirinya menggunakan hijab sebagai mahkota untuk dirinya. Memang merupakan naluri perempuan yang disebut perhiasan dunia untuk selalu tampil indah dan cantik.  Jadi, mungkin suatu kewajaran bagi perempuan memperhatikan penampilan dengan mempercantik dirinya. Perempuan yang selalu mengutamkan kecantikan mungkin lupa bahwa cantik itu tidak pernah benar-benar melekat pada tubuhnya. Kecantikan tidak pernah bertahta sepanjang waktu. Semua memiliki batas. Kalau ada kecantikan yang sebanarnya itu terletak pada kemuliaan hati. Jika hati seorang perempuan cantik, maka terpancarlah aura kebaikan pada wajahnya, bahkan seluruh tubuhnya. Maka dari itu, siapun yang ingin terlihat dirinya cantik dan menawan, hiasilah diri dengan kemantapan iman, akhlak yang baik dan tutur kata yang baik dan lembut. Kecantikan hati akan memancarkan keteduhan dan ketenangan bagi orang-orang disekitarnya. Maka dari itu, perempuan yang meneduhkan adalah perempuan yang menjadikan Allah dan Rasul-Nya sebagai cinta paling utama, malu sebagai perhiasannya dan santun sebagai akhlaknya. Meski tertatih dalam hijrah, tapi kesungguhan hati menjadikannya mulia.

“Langit tidak perlu menjelaskan dirinya kalau ia memang langit , sebab ia tetap tampak dengan keindahan bintang dan rembulannya”.

“Perempuan tidak usah menjelaskan dirinya cantik, karena semua perempuan yang terlahir di dunia ini memang cantik”.

Namun, sebagian besar orang mengemukakan pendapatnya, memunculkan perdebatan tentang pertanyaan perempuan manakah yang lebih baik perempuan yang berbicara santun dan lemah lembut, tapi auratnya terbuka. Atau perempuan yang sikapnya kasar dan ucapannya menyakitkan, tapi menggunakan hijab untuk menutup auratnya?. Sebagian orang menjawab lebih baik pereempuan yang tidak mengenakan hiajb tapi perilakunya baik dan sebagian yang lain menjawab lebih baik perempuan kasar, tetapi menutup aurat.

Syari’at Islam yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya Nabi Muhammad SAW tidak ada keraguan dan cacat sedikit pun di dalamnya. Setiap perempuan dalam Islam Allah perintahkan untuk menutup auratnya agar kemuliaan dalam dirinya terjaga dan kehormatannya terlindungi. Yang benar adalah perempuan yang mengikuti perintah Allah dan menjauhi larangan Allah. Perempuuan yang baik dalam bersikap belum tentu patuh terhadap perintah Allah. Namun, perempuan yang taat sudah tentu melakukan perintah yang Allah serukan kepadanya. Meskipun sebagian orang mengira perempuan tersebut memiliki sikap yang buruk, tapi ia tetap benar selama mengikuti perintah Allah. Apalagi jika perempuan tersebut mampu menjaga akhlaknya, lembut perkataannya dan santun sikapnya, lalu ia menutup aurat, maka ia telah menyempurnakan dirinya.

Mari berpandangan baik. Perempuan yang baik sikapnya tapi belum menutup aurat In syaa Allah, dengan kebaikan yang dimilikinya ia akan dituntun hingga menemukan jalan untuk menggunakan hijab. Sedangkan, perempuan yang bersikap kasar, tapi ia menjalankan perintah Allah untuk meneutup aurat, ia akan dituntun oleh taatnya untuk memperbaiki sikapnya. Dalam ajaran agama Islam tidak ada keraguan dan kekurangan sama sekali di dalammya, manusia adalah tempatnya salah dan dosa.

Demikianlah keistimewaan perempuan dalam Islam yang Allah berikan kepada setiap perempuan-perempuan yang beriman. Pada dasarnya Islam adalah agama yang sempurna dan seorang muslim itu penuh dengan kekurangan. Jika keistimewaan yang diberikan Allah belum ada dan terasa pada dirinya dan ada kesalahan pada sikap yang belum sesuai, tidak ada yang harus disalahkan kecuali diri sendiri.

 

Referensi:

Gunarsa, A. K. (2012, Mei 16). Islam Menjaga dan Memuliakan Wanita. Dipetik September 9, 2020, dari muslim.or.id : https://muslim.or.id/9166-islam-menjaga-dan-memuliakan-wanita.html

Idrus, S. H. (2018). Muslimah, Kau Mulia Jika Kembali pada Fitrah. Dipetik September 9, 2020, dari Islampos.com: https://www.islampos.com/mualimah-kau-mulia-jika-kembali-pada-fitrah-92623

Naira, U. (2020, Maret 16). Syariat Islam Menjaga Fitrah Perempuan. Dipetik September 9, 2020, dari muslimahnews.com : https://www.muslimahnews.com/2020/03/16/syariat-islam-menjaga-fitrah-perempuan/

Tsaqif, H. (2019). Perempuan Teduh. Jakarta: Qultum Media.

 

 

Leave a Reply