Malam Lailatul Qadar

Malam Lailatul Qadar

Malam Lailatul Qadar

Malam lailatul qadar yang sering disebut dengan malam 1000 bulan adalah malam yang diberkahi oleh allah swt untuk memberikan kesempatan kepada hambanya untuk beribadah di bulan Ramadhan dan mendapatkan ganjaran pahala yang berlipat hingga 1000 bulan beribadah. Malam lailatul qadar ini mempunyai berbagai keutamaan dari malam lainnya di bulan Ramadhan.

Pertama Jika mendirikan sholat malam pada malam lailatul qadar karena berharap akan ridho allah swt maka dosa-dosanya yang telah lalu diampuni oleh allah swt. sebagaimana disebutkan dalam hadits muttafaqun ‘alaih, dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa yang menghidupkan lailatul qadar dengan shalat malam atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 1901 dan Muslim no. 760)

Kedua para malaikat dan malaikat Jibril turun kelangit dunia untuk mengatur segala urusan. Turunnya para malaikat hingga malaikat Jibril kelangit dunia menandakan bahwa pada waktu (malam lailatul qadar) merupakan malam yang penuh akan keberkahan dari allah swt. (Qs al-qadr ayat 4)

Ketiga, al quran diturunkan pada malam lailatul qadr  pada malam ini al-quran diturunkan ad-dukhan ayat 3 dan al baqrah ayat 185

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ ۚ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ

 

 

sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. (QS. Ad Dukhan: 3)

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran ” (QS. Al Baqarah: 185).

 

Adapun tanda-tanda dari malam lailatul qadar ini ialah :

1. Malam yang penuh ketenangan dan kedamaian

Seperti yang disebutkan dalam suatu riwayat hadist

Lailatul qadar adalah malam yang penuh kelembutan, cerah, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar lemah dan nampak kemerah-merahan.” (HR. Ath Thoyalisi).

 

2. Matahari akan terbit pada pagi harinya dalam keadaan jernih, tidak ada sinar. Dari Abi bin Ka’ab bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya,”Shubuh hari dari malam lailatul qadar matahari terbit tanpa sinar, seolah-olah mirip bejana hingga matahari itu naik.” (HR. Muslim)

 

3. Udara atau angin pada malam itu terasa tenang. Tidak telalu dingin dan tidak pula terasa panas. Sebagaimana riwayat dari Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَيْلَةُ القَدَرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلَقَةٌ لَا حَارَةً وَلَا بَارِدَةً

“Lailatul qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin,..” (HR. Ibnu Huzaimah)

 

4. Terkadang tanda-tanda malam tersebut diperlihatkan oleh Allah dalam mimpi orang mukmin. Hal ini sebagaimana yang pernah dialami oleh sebagian para sahabat.

 

Dalam sebuah riwayat dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma disebutkan bahwa ada seorang dari sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diperlihatkan lailatul qadar dalam mimpi ketika tujuh hari terakhir (dari bulan Ramadhan). Beliau pun bersabda;

 

“Aku tahu bahwa kalian melihat lailatul qadar pada tujuh hari terakhir Ramadhan. Siapa yang sungguh-sungguh dalam mencarinya, maka carilah di tujuh hari terakhir dari bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari-Muslim)

 

 

 

Hal-hal yang tidak  boleh terlewat saat 10 malam terakhir Ramadhan

 

1. Qiyamul lail (shalat malam)

Rasulullah saw bersabda: “barang siapa shalat malam pada bulan Ramadhan dengan keimanan dan mengharapkan pahala dari Allah, niscaya diampunilah dosa-dosanya yang telah lampau.” (HR. Al-Bukhari – Muslim)

2. Tilawah (membaca Al-Qur’an)

Salah satu keutamaan orang yang bertilawah pada bulan Ramadhan adalah dilipatgandakan pahalanya. Jika 1 huru diganjar 10 rahmat dari Allah, maka pada bulan Ramadhan ganjarannya bisa sampai 700 kali lipat.

3. I’tikaf (berdiam diri di masjid)

Sebagaimana hadits Nabi dari Aisyah, ia berkata: “Nabi saw. beri’tikaf pada sepukuh hari yang akhir dari Ramadhan hingga wafatnya, kemudian isteri-isteri beliau pun beri’tika setelah kepergian beliau.” (HR. Al-Bukhari – Muslim)

4. Bertaubat dan memperbanyak istighfar

Blan Ramadhan adalah momentum untuk bertaubat dan menghidupkan istighar. Nabi Muhammad saw bersadba: “Wahai sekalian manusia, taubatlah (beristighfar) kepada Allah karena aku selalu bertaubat kepada-Nya dalam sehari sebanyak 100 kali (HR. Muslim)

5. Umrah

Rasulullah saw bersabda: “umrah di bulan Ramadhan sebanding dengan haji. Dalam riwayat lain, sebanding dengan haji bersamaku” (HR. Al-Bukhari)

6. Berusaha mendapatkan lailatul qadr

Nabi muhammad saw memerintahkan umatnya untuk mencari malam lailatul qadr di sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan. Cara mendapatkannya adalah dengan bersemangat memakmurkan sepuluh malam terakhir dengan ibadah semaksimal mungkin. Di antaranya adalah menghidupkan shalat tarawih di masjid, mengerjakan shalat malam, tidak melalaikan shalat isya dan subuh berjamaah di masjid, melazini zikir-zikir, dan membaca al-quran.

 

 

Sumber:

https://www.kiblat.net/2017/06/17/begini-tanda-tanda-datangnya-malam-lailatul-qadar/

https://tafsirq.com/44-ad-dukhan/ayat-3

http://www.nu.or.id/post/read/91562/arti-dan-makna-malam-lailatul-qadar

https://tirto.id/lailatul-qadar-iktikaf-dan-turunnya-para-malaikat-cMbam

 

Leave a Reply

Close Menu